Friday, June 28, 2013

METODE KRIPTOGRAFI


Desain menu awal program.

Gambar(1) Menu
Berikut ini adalah listing programnya :
Public Class Form1

    Private Sub KeluarToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KeluarToolStripMenuItem.Click
        End
    End Sub

    Private Sub CaesarChToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles CaesarChToolStripMenuItem.Click
        caesar_chiper.Show()
    End Sub

    Private Sub VernamChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles VernamChiperToolStripMenuItem.Click
        vernam_chiper.Show()
    End Sub

    Private Sub VigenereChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles VigenereChiperToolStripMenuItem.Click
        vigenere_chiper.Show()
    End Sub

    Private Sub DesChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles DesChiperToolStripMenuItem.Click
        des_chiper.Show()
    End Sub
End Class

Wednesday, June 12, 2013

Segar Ala Dapur Sendiri



Ingin makan seafood dengan cara memilih sendiri? Cobalah ke Everfresh Fish Market. Di sini Anda dapat merasakan sensasi berbelanja seafood yang masih hidup. Anda bebas menunjuk ikan, udang, cumi, atau kerang yang dipajang di beberapa akuarium besar.  Lalu pilihan Anda ditimbang –harga dihitung per kilogram-- dan langsung diolah sesuai permintaan (digoreng, dibakar, direbus), dengan tambahan biaya memasak Rp 10.000.  

Seorang pelanggan menyarankan hidangan yang wajib dicoba adalah Si Kerang Bambu Si Cuan. Kerang berbentuk bambu yang dimasak dengan bumbu pedas ini memang  jempolan rasanya!

Menu favorit lain yakni udang goreng telur asin dan ikan bakar rica. Atau, udang goreng cabai garam, ikan malas bumbu Bangkok yang gurih dan berdaging manis. Cocolan sambal cuka racikan dapur keluarga Everfresh, membuat makanan semakin mengoyang lidah “Menu yang kami sajikan di sini memang menu rumahan yang dikombinasikan dengan oriental food. Jadi, makan di sini seperti makan di rumah sendiri,” ujar Pallupi Chen, manajer pemasaran dan promosi Everfresh.

Yang menarik, resto dengan slogan live Longer, eat seafood, ini melayani pemesanan antar (delivery order) atau membawa pulang seafood segar, atau yang sudah dimasak.  Everfresh memberikan Anda pengalaman berbelanja seperti di pasar ikan daerah pesisir. Apalagi di sini tersedia 70 jenis hewan laut, yang masih hidup atau yang baru saja dibekukan.



Pendidikan Kunci Pembangunan



By Dadan Sutisna in Forum Peduli Bahasa Daerah Nusantara (Files)
 Inilah Gong Penabuh Kurikulum 2013, tulisan Wapres Boediono yang dimuat pada Kompas, 27 Agustus 2012
Barangkali tak ada di antara kita yang tak setuju bahwa pendidikan punya peran besar dalam pembangunan suatu bangsa. Namun, sering kali kita berhenti di situ, pada tataran abstrak dan menerimanya sebagai kebenaran mutlak yang tidak perlu lagi dikaji dan dirinci.
Berdasarkan keyakinan itu, kita melaksanakan percepatan dan perluasan pendidikan melalui aneka program pendidikan. Negara sebagai penjurunya dan masyarakat berpartisipasi aktif.
Semangat ini sudah benar. Namun, sebenarnya ada satu hal penting yang ”hilang”, yaitu tentang ”apa” yang seyogianya diajarkan untuk menyiapkan manusia-manusia Indonesia yang mampu berkontribusi maksimal bagi kemajuan bangsanya. Barangkali sekarang sudah waktunya kita memikirkan secara lebih mendalam masalah yang teramat penting ini.
Belum punya konsep yang jelas
Saya harus menyatakan bahwa sampai saat ini kita belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan ini. Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.
Substansi dasar yang memberikan isi pada kebijakan pendidikan kita perlu dibakukan. Rumusan substansi yang jelas dan cermat akan dapat menjadi kompas dan perajut bagi begitu banyak kegiatan dan inisiatif pendidikan di Tanah Air sehingga mengurangi segala macam kemubaziran. Rumusan substansi tersebut haruslah mengacu dan diturunkan dari konsepsi yang jelas mengenai bagaimana kemajuan bangsa terjadi dan apa peranan pendidikan di dalamnya.
Saya tak akan mengulang apa yang telah dikatakan oleh para pakar mengenai peran strategis pendidikan dalam menyiapkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) bangsa, serta dengan demikian mendorong kemajuan bangsa. Kita semua sepakat mengenai hal ini. Di sini saya ingin mengangkat sisi penting lain dari pendidikan, yaitu perannya dalam mendukung kemajuan bangsa melalui dukungannya dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik.
Berikut ini adalah butir-butir yang terkait dengan itu, yang saya sarikan dari hasil-hasil riset di bidang ekonomi-politik dan sejarah (Daron Acemoglu & James A Robinson, 2012). Penelitian-penelitian itu mencoba mengidentifikasi faktor-faktor penentu utama kemajuan bangsa sebagai suatu entitas sosial, ekonomi, politik berdasarkan analisis pengalaman sejarah bangsa-bangsa.
Beberapa kesimpulan penting adalah sebagai berikut. Bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh mutu institusi-institusinya, terutama institusi politik dan ekonominya. Proses kemajuan suatu bangsa terjadi dan berlanjut bila terjadi interaksi positif antara institusi politik dan institusi ekonominya. Bangsa-bangsa yang gagal maju—karena insiden sejarah atau barangkali karena kelalaiannya sebagai bangsa—umumnya terperangkap dalam interaksi negatif dari kedua kelompok institusinya tersebut.
Dari dua kelompok institusi penentu kemajuan bangsa, sejarah bangsa-bangsa menunjukkan, institusi politik adalah yang lebih mendasar. Kelompok institusi inilah yang pada akhirnya menentukan aturan main yang mengondisikan efektif tidaknya institusi-institusi lain. Pembenahan dan penataan institusi politik merupakan kunci pembuka kemajuan bangsa.
Selanjutnya riset sejarah menunjukkan, institusi politik akan mendukung proses kemajuan suatu bangsa apabila memenuhi dua persyaratan utama. Pertama, harus ada suatu tingkat konsentrasi kekuasaan politik di tingkat nasional yang cukup untuk menjamin penegakan law and order. Somalia dan Afganistan adalah contoh ekstrem kekuasaan terlalu tercerai-berai sehingga ketertiban umum dan hukum tidak bisa dijalankan.
Syarat kedua adalah sebaliknya, yaitu kekuasaan politik tak boleh terkonsentrasi di tangan satu kelompok atau beberapa kelompok saja (oligarki), tetapi harus terbagi sedemikian rupa sehingga elemen- elemen utama bangsa terwakili di dalamnya. Konstelasi politik harus inklusif karena dengan demikian sistem checks and balances dapat berjalan efektif. Tidak terlalu terkonsentrasi dan tidak terlalu tercerai-berai.
Dengan kata lain: sistem demokrasi! Riset tersebut menarik kesimpulan kuat dari analisis empiris sejarah bahwa demokrasi merupakan sistem politik yang paling menjanjikan bagi bergulirnya proses kemajuan bangsa. Tentu, yang dimaksud adalah demokrasi dalam arti substantif, bukan sekadar bentuk formalnya.
Riset menunjukkan bahwa makin tinggi pendapatan per kapita, makin besar peluang demokrasi berhasil dan berlanjut (Fareed Zakaria, 2003). Bangsa-bangsa yang sedang membangun dan sedang mengonsolidasikan demokrasinya sangat penting untuk menghindari krisis ekonomi. Sebab, di situ ada risiko tinggi sendi- sendi demokrasi yang sedang dibangun ikut rontok. Konsolidasi demokrasi berpeluang tinggi berhasil bila ditopang oleh perekonomian yang tumbuh dan manfaatnya makin terbagi merata.